Permainan Rakyat

Permainan rakyat tersebar di daerah Jawa Barat, dan merupakan bagian dari folklore. Kecenderungan manusia untuk menikmati suatu permainan yang mendidik dan menggembirakan, sebenarnya bersifat universal, namun tiap daerah atau tempat memiliki cara yang berlainan. Masyarakat Jawa Barat sejak jaman dulu telah memiliki banyak permainan yang dilakukan terutama oleh anak-anak pada waktu senggang. Bila permainan rakyat yang ada di Jawa Barat kita kaji ternyata bersifat edukatif; mengandung unsur pendidikan jasmani, kecermatan, kelincahan, daya pikir, apresiasi artistik (unsur seni), kesegaran psikologis dan sebagainya. Keterampilan berprestasi yang bersifat hiburan dalam wujud permainan rakyat kita jumpai di mana-mana. Beberapa macam permainan rakyat daerah Jawa Barat diantaranya adalah :


Bebentengan
Permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki atau perempuan sebanyak 16–24 orang. Permainan ini memerlukan tempat yang cukup luas dengan ukuran kira-kira 10 X 5 meter2 sehingga dapat bermain leluasa, alat yang diperlukan beberapa buah bata/batu sebagai bentengnya.
Ditinjau dari segi edukatif permainan ini sangat baik bagi perkembangan bakat dan membantu pertumbuhan jasmani anak-anak karena secara tidak langsung melatih kelincahan dan kecepatan lari, juga melatih penglihatan di samping mempelajari cara mengecoh lawan.


Congkak
Permainan ini umumnya digemari kaum wanita tua, muda dan anak-anak, dilakukan dikala waktu senggang.Alat yang diperlukan sebuah congkak terbuat dari kayu/plastik beserta 98 butir biji-bijian atau kewuk/lokan.
Permainan dilakukan oleh 2 orang dapat dilakukan di lantai atau di atas meja. Permainan congkak melatih keterampilan menghitung dan melatih tanggung jawab pada diri sendiri dan rasa setia kawan.


Dogdog Lojor

Permainan ini merupakan permainan pelengkap dari suatu upacara adat Seren Taun, Ngaruat dan Pesta Panen untuk memeriahkan suasana.
Pelaku permainan dogdog lojor sebanyak 12 orang dibagi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 2 orang pemain dogdog dan 4 orang pemain angklung, tiap kelompok ada pemimpinnya, biasanya salah seorang pemain dogdog.

Permainan diawali dengan iringan lagu-lagu vocal dari para pemain dengan pantun-pantun yang sederhana, mereka terus bergerak mengikuti irama lagu membentuk lingkaran. Para pemain melanjutkan permainannya dengan acara ngadu atau bertanding. Pertandingan yang dilakukan seperti gerakan ucing-ucingan, oray-orayan, ngadu bedug/dogdog, ngadu domba, ngadu jalan. Permainan yang dilakukan orang dewasa ini di samping melatih keterampilan memainkan dogdog dan perasaan estetika juga sebagai hiburan.


Ecor
Permainan Ecor ini terdapat di kampung Krajan Wadas, desa Kedawung, Kecamatan Talagasari, Kabupaten Karawang.
Dilakukan oleh anak laki-laki yang dilakukan di pinggir sungai atau empang ikan bandeng.

Permainan ini merupakan pertandingan antar dua kelompok yang anggotanya paling sedikit 3 orang dan dipimpin oleh pimpinan kelompok yang mengatur siasat untuk kemenangan. Alat yang digunakan sebuah batu atau bola buatan dari tanah liat dan lubang yang dibuat di pinggir sungai. Manfaat dari permainan ini melatih keterampilan menyelam dan mendarat melewati rintangan, serta merupakan hiburan sehat dan olah raga. Sampai masa kini permainan ecor masih dilakukan penduduk setempat.


Gatrik
Permainan gatrik adalah permainan untuk anak-anak yang berumur sekitar 8–12 tahun, dilakukan oleh 2 orang atau sampai 5 orang.
Peralatan yang diperlukan bilah bambu berukuran sekitar 40 cm, lebar 2 cm dan 2 buah bilah berukuran kecil, batu bata dan tempat yang agak luas.
Permainan ini melatih keterampilan menghitung jarak, rasa tanggung jawab dan setia kawan.


Kobak
Kobak atau logak yaitu lubang kecil yang dangkal.
Perlengkapan alat yang digunakan dalam permainan ini beberapa gundu dan lobang kecil yang dangkal sebagai sasaran untuk mencapai kemenangan.
Dilakukan oleh anak-anak atau remaja laki-laki antara 2 sampai 5 orang dan bermain perorangan. Tempat bermain di ruang terbuka yang cukup luas.
Permainan ini suka memakai taruhan uang atau karet gelang. Permainan ini di samping sebagai hiburan juga melatih kecermatan dan ketangkasan melempar. Permainan ini terdapat Kabupaten Bandung, Garut, Cianjur, Bogor dan sekitarnya.


Meong Bongkok

Permainan ini dilakukan oleh anak laki atau perempuan, dilakukan di tempat yang cukup luas, jumlah pemain antara 12 atau 20 orang yang berpasang-pasangan membentuk dua kelompok untuk bertanding.
Permainan ini merupakan hiburan yang mengasyikan dan mengandung unsur olah raga serta keterampilan memelihara keseimbangan. Terdapat di daerah Cibatu Kabupaten Garut.


Ngadu Karbit

Permainan ini untuk orang dewasa yang menggunakan meriam yang terbuat dari batang enau/pinang, gagang dari bilah bambu dan kaleng bekas untuk tempat karbit yang diairi.

Banyaknya pemain tidak tentu tergantung dari banyaknya alat yang digunakan. Mengandung unsur pertandingan antar kelompok, dan dilakukan di tempat terbuka yang cukup luas.

Biasanya permainan ini dilakukan pada menjelang akhir bulan puasa sebagai hiburan, kini permainan ini jarang dilakukan karena membahayakan. Terdapat di daerah Bogor dan Karawang.


Ngadu Muncang

Merupakan permainan anak-anak maupun dewasa laki-laki, merupakan pertandingan antara 2 orang pemilik kemiri, dapat dilakukan di tempat terbuka atau tertutup.

Alat yang digunakan terdiri dari kemiri yang dipertandingkan, penggepit, bantalan yang dibuat dari kayu keras, penampang bantalan, dan gegendir/pemukul dari kayu yang keras. Terdapat unsur taruhan uang di kalangan pemain dewasa, sedangkan anak-anak taruhannya berupa kemiri atau kelereng. Disamping merupakan hiburan juga merupakan latihan memilih kemiri yang besar daya tahannya . Masih dilakukan di beberapa daerah di Jawa Barat.


Oray-orayan
Permainan untuk anak-anak dengan jumlah anak sekitar 20 orang, dilakukan di tempat terbuka yang luas. Menggunakan dialog tanya jawab di antara pemain dan nyanyian-nyanyian, tidak ada unsur pertandingan, hanya sebagai hiburan pengisi waktu. Permainan ini melatih kecekatan, kesiagaan dan keterampilan berkelompok. Masih dilakukan dibeberapa daerah di Jawa Barat.


Palpalan
Permainan anak-anak ini dilakukan oleh 2 sampai 7 orang bermain sebagai perorangan, dilakukan di tempat terbuka dan cukup luas, ada unsur taruhan.

Alat yang digunakan berupa kelereng serta batasan-batasan tertentu pada gelanggang. Permainan ini di samping sebagai hiburan di waktu senggang juga melatih keterampilan membidik dan kejujuran.


Pacublak-cublak Uang

Permainan ini biasa dilakukan anak-anak usia 5 sampai 12 tahun, tidak memerlukan tempat yang khusus, cukup di serambi atau di halaman yang teduh.

Alat Bantu permainan hanya sebutir batu kecil atau kelereng.
Permainan ini diikuti oleh 5 sampai 7 orang, salah satu dari mereka menjadi jojodog dengan posisi duduk membungkuk sebagai tempat untuk menaruh tangan para pemain yang menang undian. Sambil bernyanyi mereka mengelilingkan batu pada tangan mereka yang pada akhirnya yang menjadi jojodog harus menerka di tangan siapa batu kecil itu berada. Permainan ini dapat melatih ketajaman rasa, melatih membaca pikiran orang lain, dan melatih mental suapaya kuat ketika menerima ejekan dari orang lain.


Sur-ser
Permainan anak-anak yang dilakukan di dalam ruangan dan para pemain tidak berpindah tempat karena tidak mengandung unsur pertandingan. Jumlah pelaku permainan antara 4 sampai 10 orang, mereka melakukan gerakan–gerakan bersama sambil bernyanyi dan gelak tawa mereka menghangatkan suasana. Permainan ini melatih kelenturan badan serta ketepatan irama bersama.


Serok
Dilakukan oleh anak perempuan berumur 6 sampai 12 tahun, alat yang dipakai dalam permainan ini diantaranya biji sawo, biji tanjung, biji asam atau biji jarak, sedangkan sebagai seroknya digunakan daun nangka. Banyaknya pemain paling sedikit 2 orang, paling banyak 5 orang dalam posisi berhadap-hadapan sambil duduk.
Tempat untuk bermain biasanya pada emper-emper rumah yang bertegel atau serambi yang berlantai ubin atau papan.
Permainan ini memupuk rasa sportivitas, mendidik keterampilan dan ketelitian. Mengandung unsure bertanding untuk menang, permainan ini terdapat di Priangan dan sekitarnya.


Susumputan
Permainan ini dilakukan anak-anak berusia 5 sampai 12 tahun, diikuti oleh 4 sampai 10 orang. Salah satu di antara mereka menjadi kucing dan yang lainnya bersembunyi, yang menjadi kucing harus mencari temannya yang bersembunyi.

Permainan ini dapat melatih pancaindera, melatih keterampilan dan kecepatan bergerak, melatih rasa setia kawan dan saling tolong- menolong. Permainan ini masih digemari sampai sekarang.


Turih Oncom

Permainan ini digemari anak-anak usia 5 sampai 10 tahun, pelaku dari permainan ini hanya 5 orang. Tempat yang diperlukan agak luas dan rata dengan ukuran 2 x 2 m2 atau 3 x 3 m2 yang membentuk bujur sangkar.
Permainan ini merupakan hiburan segar sambil berolah raga.
Pelaku permainan ini tidak merupakan kelompok lawan dan kawan, tetapi merupakan permainan kecekatan perorangan. Untuk menentukan siapa penghuni sudut dan siapa yang menjadi kucing, mereka mengadakan undian terlebih dahulu melalui hompimpah atau suten, yang kalah undian menjadi kucingnya dan menempati tengah-tengah arena, yang menang menempati tiap sudut A-B-C-D. Yang menjadi kucing berusaha menempati posisi sudut-sudut itu. Permainan ini melatih anak-anak bereaksi dengan cepat, melatih sifat sportif serta jujur.


Ucing Kalangkang

Pelaku permainan 5 sampai 10 anak, mereka mengadakan undian yang kalah menjadi kucing. Dilakukan pada pagi hari atau malam hari waktu terang bulan, dimana orang berdiri jelas bayangannya. Gelanggang permainan di tempat terbuka.

Jalannya permainan yang menjadi kucing harus menginjak bayangan lawannya dan bila terinjak lawannya berbalik menjadi kucing. Permainan ini melatih kecekatan bergerak.


Ucing Peungpeun

Permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki atau perempuan, dilakukan di tempat terbuka, jumlah peserta dapat sampai 10 orang anak. Merupakan permainan perorangan, dimana yang menjadi kucing matanya ditutup dan berada di tengah-tengah lingkaran mangsanya. Sambil bernyanyi mereka mengelilingi kucingnya, dan apabila selesai bernyanyi yang menjadi kucing harus menerka mangsanya, dan apabila terkaannya benar ia berbalik jadi mangsanya, begitu seterusnya.
Permainan ini melatih untuk ketepatan menerka dan kejujuran, permainan ini merupakan hiburan dan tersebar di Jawa Barat.


Ucing Kuriling

Permainan ini dilakukan anak-anak dan tidak terbatas banyaknya. Dilakukan di tempat yang agak luas dengan membuat garis lingkaran yang garis tengahnya kira-kira 4 sampai 5 m.

Yang menjadi kucing berada di atas garis lingkaran sedangkan yang menjadi tikusnya/mangsanya di dalam lingkaran. Apabila mangsanya kena tepukan kucing maka ia akan berbalik menjadi kucing. Permainan ini melatih kecekatan dan sportifitas, di samping merupakan hiburan yang mengasyikkan

2 komentar

Berikan Komentar

E-mail Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang bertanda bintang harus diisi !

*